January 7, 2011

Renungan [bukan sekedar untuk direnungkan]


“Hati sesorang tidak ada yang tahu, ya kan?”

“Iya sih, tapi setidaknya harus diketahui dari sekarang”

Masih ingat betul  pesan yang aku kirim kepada salah seorang teman yang memang dari kecil kami sangat dekat, sudah seperti saudara kandung.

Sepertinya pesan itu secara diam-diam telah dikirimkan oleh seseorang kepada ku. Ya, aku memang diberikan kepercayaan kepada siapa saja yang ingin dekat dengan ku, aku masih butuh itu semua.

Gundukan pasr itu telah luluh, kering, sampai susah untuk ditata kembali.

Tangannya menamparku dengan keras, aku berharap lebih keras dari itu

Mulanya cacat itu telah disembuhkannya dengan senyuman yang akhir-akhir ini hilang

“Bukan hanya hati yang tidak bisa ditebak, perasaan pun sulit”

Aku salah, bukan sekedar tamparan keras yang aku terima, aku lemah saat dia berucap.

Tuhan, Dia dan Dia bersinergi dalam hikayat seorang manusia yang sedang berucap kematian.



2 comments:

Dessy Aster said...

Coretan yang bagus, setiap tulisan lo kalo gue perhatiin kaya potongan-potongan novel gitu, so fragmented.
jadiin novel aja hehehe

MaOELana said...

hahaha,, ga fokus kerja ko dibilang bagus. xixixi :P

Post a Comment