Aku sebagai lilin,
Hanya kau gunakan pada saat cahaya lentera padam
Aku menerangimu walau harus menahan luka terbakar
Mencair luluh sampai tiba pada peraduanku
Aku sebagai boneka beruang,
Hanya bisa melihatmu asik bermain dengan mainanmu yang lain
Memandangmu kesal berharap aku kau ambil keluar dari laci ruang tamu
Aku sebagai kelopak mawar,
Kau agungkan aku
Kau percantik aku
Bahkan kau melebih-lebihkan aku
Setidaknya aku dalam bagian puisimu
Aku roh yang bebas
Terikat pada raga beku
March 28, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment