Alunan melodi ini kudengar bercampur rasa yang aku sendiri tak tahu, kenapa?. Cerah sore ini membuat hangat ruang kantor, selepas istirahat makan siang ku tempatkan sweater yang sedari pagi memberiku kehangatan, walau semu, pada kursi kantor. Sesekali aku tersenyum kecil, tepatnya hanya ada empat karyawan berseragam abu-abu di dalam ruangan ini yang tidak terlalu disibukkan dengan goresan pena atau ketikan pada keyboard, selebihnya sibuk dengan urusan masing-masing.
Ah, sial.
Justru aku tidak suka dengan situasi seperti ini, malah membuat pikiran ini kembali kepada memori ingatan yang sangat aku benci. Ingin sekali kubenturkan kepala ini, berharap aku tidak harus mengingat kembali semua peristiwa yang membuat aku merasa bodoh dan cengeng. Keadaan ini membuat aku muak!.
Apakah aku harus tetap mensyukuri semua yang membuat aku ingin menjadi orang lain? Kamu.

