March 28, 2011

Aku ingin [seperti] yang lain

Aku sebagai lilin,
Hanya kau gunakan pada saat cahaya lentera padam
Aku menerangimu walau harus menahan luka terbakar
Mencair luluh sampai tiba pada peraduanku

Aku sebagai boneka beruang,
Hanya bisa melihatmu asik bermain dengan mainanmu yang lain
Memandangmu kesal berharap aku kau ambil keluar dari laci ruang tamu

Aku sebagai kelopak mawar,
Kau agungkan aku
Kau percantik aku
Bahkan kau melebih-lebihkan aku
Setidaknya aku dalam bagian puisimu

Aku roh yang bebas
Terikat pada raga beku

March 22, 2011

Meet dee..






March 1, 2011

Haruskah seperti ini?

"Aku hanya tak ingin orang-orang yang Aku sayang juga Aku cintai menjadi sedih. Aku tak mau menjadikan sakit Ku beban pikiran buat mereka. Kanker"

Bahkan sudah habis air mata ini
Seolah bias cinta ini
Tak terdapat cawan perak
Hancur luluh percikan di tanah yang tandus

"Kamu jangan sedih ya, Aku sudah ikhlas kok dengan semuanya. Maafkan aku juga ya sayang, sampai saat ini Aku belum bisa membahagiakan Kamu. Semoga yang kuasa memberikan pengganti yang lebih baik dari Aku andai Aku telah pergi."

Sayap yang rapuh  
Hanya membawaku bergontai
Kerikil tak terasa
Saat Kau paksa Aku melangkah

"Sayang, Aku mohon maaf dari hatimu selama Aku telah berbuat khilaf keapadamu sebelum Aku lupa karenanya. Kelak, kalau Aku sudah tak mampu berbuat apa-apa lagi, Aku masih bisa tersenyum lega karena maaf yang Kamu berikan."

Tiada cinta yang salah
Tiada rupa yang serupa
Aku, Kamu

"Jangan sedih ya sayang, tetap semangat. Aku sayang Kamu. Masih ingat kan kata-kata Ku, nasehat yang Ku berikan, semangat untuk menjalani hidup apapun konsekuensinya."

Saat memilih sebuah pilihan
Haruskah hendak menyalahkan Tuhan?

Copy image : http://www.flickr.com/photos/14723385@N00/195729243/

-Kenapaaaaa?-