Tiga bulan sudah aku di mutasi oleh atasanku ke sebuah kota kecil yang belum terlalu ramai dengan hiruk pikuk kegiatan seperti pada kota ku sebelumnya, Jakarta. Tiga bulan pula aku harus menahan rindu dengan anak semata wayangku, Arga Danusetya.
..tut..tut..tut..
Terdengar suara khas bocah berumur 5 tahun di seberang sana
..tut..tut..tut..
Terdengar suara khas bocah berumur 5 tahun di seberang sana
"Halo, siapa ini?"
"Halo Ade, lagi ngapain?" sahutku.
"Papa, Ade lagi maen mobil-mobilan. Papa kapan pulang?"
"Lima hari lagi Papa pulang sayang, Ade mau Papa beliin apa?"
"Ade gak mau apa-apa Pa, Ade kangen sama Papa"
Itulah anakku yang selalu membuat aku bangga, itu juga yang menyebabkan aku tidak fokus kerja selama aku di kota ini.
"Iya, Papa juga kangen sama Ade. Ade sehat?"
"Sehat dong Pa. Pa, Papi juga kangen sama Papa katanya"
"Iya, bilang sama Papi, Papa juga kangen. Ya?"
...
Untuk kesekian kalinya aku harus menahan rindu ini sampai aku bisa berkumpul dengan mereka lagi.
-Lumayan terkesan dengan tanggapan dari teman, sangat terkesan dengan tanggapan salah seorang teman "Lo kenapa sih?"..-


